Politik

Priyo Budi Santoso Saingi Jokowi jadi Capres

| 09/03/2014 | Reply
Priyo Budi Santoso Saingi Jokowi jadi Capres

JAKARTA–Survei Political Communication (PolcoMM) Institute menyebutkan saat ini pemilih muda menyukai capres dari tokoh muda pula. Dari 1200 responden dalam survei PolcoMM ini 24,2 persen memilih Joko Widodo sebagai tokoh muda capres dengan jumlah elektabilitas tertinggi.

Disusul nama lainnya, yang kini mulai dilirik pemilih muda yaitu Wakil Ketua DPR RI Priyo Budi Santoso dari Fraksi Golkar dengan jumlah responden pemilih sebanyak 16,3 persen.

“Elektabilitas tertinggi memang masih dipegang Jokowi, tapi juga disusul nama lain seperti Priyo Budi Santoso. Ini bergantung juga dengan perubahan-perubahan lain ke depan jelang Pilpres,” ujar Direktur Eksekutif Political Communication Institut Heri Budianto dalam jumpa pers hasil PolcoMM di Jakarta Pusat, Minggu, (9/3).

Selain dua nama itu, nama tokoh-tokoh muda lainnya menjadi alternatif pemilih muda saat pilpres nanti. Di antaranya Ali Masykur dengan elektabilitas sebanyak 10,3 persen, serta Gita Wirjawan 10,1 persen. Disusul Anies Baswedan sebesar 8,3 persen, Anis Matta sebesar 3,30 persen dan Ahmad Heryawan sebesar 3,1 persen.
Nama lain yang cukup populer di kalangan pemilih muda adalah Puan Maharani dengan jumlah elektabilitas 2,3 persen dan Dino Pati Djalal sebanyak 2,2 persen.

Kemudian, soal tingkat keterpilihan calon wakil presiden, Heri menyatakan Priyo berada di urutan satu sebesar elektabilitas sebesar 18,9 persen . Disusul oleh anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Ali Masykur Musa, raihan dengan 12,1 persen. Sedangkan pada posisi ketiga ditempati Hary Tanoesudibyo sebesar 11,6 persen, kemudian Gita Wirjawan  9,3 persen dan Anies Baswedan sebesar 9,1 persen.
Nama Gubernur DKI yang akrab disapa Jokowi justru tidak berada di urutan teratas dalam elektabilitas cawapres ini. Jokowi hanya dipilih sebanyak 8,6 persen responden sebagai tokoh yang layak jadi cawapres.

“Priyo Budi dinilai cocok menduduki posisi Wakil Presiden oleh responden karena berpengalaman di organisasi dan bidang politik. Sedang Jokowi cenderung lebih dipilih sebagai capres dibanding cawapres,” sambung Heri.

Sementara itu, Pengamat Komunikasi Politik Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing mengungkapkan perpaduan antara Jokowi dan Priyo Budi cukup layak untuk maju di Pilpres nanti.

“Mereka bisa saling melengkapi, Jokowi kan jago mengurusi pelayanan publik, Priyo jago di politik dan pemerintahan juga jadi kalau dijadikan pasangan juga bagus saling melengkapi,” kata Emrus. (flo/jpnn)

Sumber: jpnn.com, Minggu, 09 Maret 2014 , 13:22:00

Pemikiran

Lembaga Penanganan Bencana dikomandoi Presiden Langsung

| 02/11/2010 | Reply
Lembaga Penanganan Bencana dikomandoi Presiden Langsung

Jakarta, 20/10 – Meski harus diakui bahwa pemerintah sudah berikhtiar baik, hanya saja penanganan masalah korban dan pengungsi bencana masih saja tambal sulam. Karena itu pemerintah sepatutnya membentuk lembaga penanganan bencana yang langsung dikomandoi presiden atau minimal Wakil Presiden yang bersifat permanen. Jadi kalau ada bencana, lembaga ini sudah siap, tidak seperti sekarang yang gelagapan.

Nasional

Priyo: Dana Saksi Parpol Lebih Baik untuk Dana Bencana Saja

| 01/02/2014 | Reply
Priyo: Dana Saksi Parpol Lebih Baik untuk Dana Bencana Saja

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Polemik panjang tentang pembiayaan saksi partai politik oleh negara dalam pemilihan umum (pemilu) mendapat reaksi dari pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso mengatakan, penggunaan dana APBN untuk kebutuhan partai kali ini cacat prosedur. Pertimbangan tersebut mendesak dirinya menyarankan pemerintah agar ‘abai’ dalam persoalan tersebut. ”Sebagai pimpinan di DPR, saya menganjurkan, agar dana tersebut dibatalkan,” kata dia disela dialog terbatas Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) di Jakarta, Jumat (31/1).

Priyo melihat, polemik dana APBN untuk saksi parpol akan menjadi batu politik besar di kemudian hari. Bagaimana tidak, kata dia, perang ide dan wacana dari masing-masing parpol peserta pemilu, membuat peruntukan dana tersebut jadi semakin tidak jelas.

Kata dia, jika pemerintah tetap mengucurkan dana tersebut, otomatis semua partai peserta pemilu harus mengambil dana tersebut tanpa ada alasan. Namun faktanya, dikatakan dia, beberapa partai peserta pemilu terang menolak. ”Ini saya rasa yang menurut saya akan menjadi tidak sehat nantinya.”

Politikus Partai Golkar ini pun menilai, peruntukan dana tersebut juga tidak tepat waktu pengucurannya. Hal itu, dikatakan dia, melihat reaksi masyarakat dan situasi keadaan bencana saat ini.

Kata dia, lebih bijaksana jika pemerintah menganulir rencana tersebut, dan mengalokasikan dana saksi untuk kebutuhan tanggap bencana dan atau kebutuhan yang lainnya.”Setiap anggota partai kan itu ada iurannya. Jadi kenapa tidak menggunakan dana itu saja untuk kebutuhan saksi ini,” ujar Priyo.

Soal indikasi kecurangan di TPS tanpa kehadiran saksi parpol, Priyo menegaskan, pengawasan oleh Bawaslu harus dapat dipertajam dan diperbaiki. ”Kita mengerti ini (dana saksi) maksudnya baik. Tapi telat dan tidak tepat,” kata dia.

Seperti diketahui, pemerintah merencanakan akan menggelontorkan dana senilai Rp 700 miliar. Dana tersebut untuk saksi parpol peserta pemilu 2014.

Sumber: republika.co.id, Jumat, 31 Januari 2014, 18:29 WIB

Internasional

Priyo: Miss World 2013 Boleh Diselenggarakan, Asalkan…

| 09/09/2013 | Reply
Priyo: Miss World 2013 Boleh Diselenggarakan, Asalkan…

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA — Wakil Ketua DPR RI, Priyo Budi Santoso mengizinkan penyelenggaraan kontes Miss World 2013 di Bali, asalkan santun. Menurutnya, kontes ratu sejagat tersebut merupakan cara untuk mempromosikan Indonesia.
“Selama menekankan soal budaya, itu tidak masalah,” kata Priyo kepada Republika usai acara silaturahim relawan penggerak kemenangan Priyo dari Surabaya-Sidoarjo di Aula Makorem Bhaskarajaya, Ahad (8/9).
Priyo mengatakan pihak penyelenggara Miss World 2013 juga sudah menyatakan tidak ada pameran bikini dalam kontes tersebut. Disampaikan Priyo, Indonesia justru bisa menjadi promotor budaya Timur yang dinilai santun dan tidak terbuka.
Selama tidak mengedepankan masalah aurat wanita, tegas Priyo, ajang Miss World harus diberi tempat. Sebab, ke depannya akan memberi manfaat bagi Indonesia, khususnya dalam memperkenalkan budaya.
“Promosi gratis ini harus jadi menjadi kesempatan bagi kita,” ujar politisi Golkar ini.
Sebelumnya, Menteri Agama (Menag) Suryadhama Ali mengatakan pihaknya setuju dengan isi surat penolakan yang ditembuskan MUI beberapa waktu lalu. Menurutnya, penyelenggara harus mempertimbangkan kembali atas pelaksanaan Miss World di Bali.
“Saya tidak punya wewenang untuk melarangnya, namun saya meminta agar surat tersebut dijadikan rujukan,” kata Suryadharma.

Sumber: republika.co.id, Minggu, 08 September 2013, 18:18 WIB

 

Sosbud

DPR: Kecelakaan di Pantura, “Enough Is Enough”

| 04/08/2013 | Reply
DPR: Kecelakaan di Pantura, “Enough Is Enough”

JAKARTA, KOMPAS.com – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Priyo Budi Santoso mengingatkan agar seluruh aparat benar-benar bersiaga di sepanjang jalur mudik, terutama di sejumlah titik rawan kecelakaan di kawasan Pantai Utara Jawa.

Menurut Priyo, banyaknya kecelakaan di Pantura selama arus mudik memerlukan perhatian khusus dari pemangku kepentingan.

“Tahun ini harusnya untuk membenahi semua, sehingga suasana mudik yang nyaman, jalannya diperbaiki. Yang utama jalur Pantura. Ini semacam tragedi tahunan yang seharusnya tidak terjadi lagi, enough is enough,” ucap Priyo di Jakarta, Sabtu (3/8/2013).

Priyo mengatakan, kalau sampai pada masa mudik angka kecelakaan tetap saja tinggi, maka ada yang salah dalam pengelolaan infrastruktur jalan, seperti jalan berlubang, tidak rata, atau bahkan berpasir.

“Negara harus turun tangan kalau sudah berulang, ada sesuatu yang salah,” ucap politisi Partai Golkar.

Selain itu, Priyo juga meminta aparat kepolisian untuk selalu memberikan sistem pengamanan baik rambu hingga tanda jalan untuk menuntun para pemudik.

“Untuk mengurangi itu (kecelakaan, red), saya kira dari kepolisan, pemerintah pusat sampai pemerintah daerah harus ikut digerakkan secara simultan untuk lakukan itu semua,” kata Priyo.

Setidaknya ada 24 titik rawan kecelakaan di sepanjang jalur Pantura yang dicatat Polda Metro Jawa Barat. Titik rawan di jalur Pantura adalah di antaranya Jalan Johar KM 75, Jalan Tuparev KM 71 – 73 dan Pertigaan RMK (Jalan Ahmad Yani) KM 71 Karawang, Karanganyar, Jalan Jangga, Kiajaran dan Desa Limpas Indramayu.

Kemudian Jalan Kalijaga dan Simpang Jalan Ahmad Yani Kota Cirebon, Srengseng Patokbeusi, Mundu Sari Pamanukan Subang, Susukan, Beber, Plumbon dan Pangenan Kabupaten Cirebon.

Sumber: kompas.com, Minggu, 4 Agustus 2013 | 09:16 WIB

Profil

Priyo Budi Santoso: Sekilas Profil

| 21/10/2010 | Reply
Priyo Budi Santoso: Sekilas Profil

Trenggalek, sebuah kota kecil di pantai selatan Jawa Timur, menjadi daerah kelahiran Priyo. Ia lahir pada 30 Maret 1966. Aktif di berbagai organisasi menjadi warna-warni masa muda Priyo. Saat kawan sebayanya masih satu jengkal berpikir tentang masa depan mereka, di benak Priyo telah berkelebat visi tentang masa depan bangsa dan negeri yang dicintainya ini.